Pengertian Gaya Dalam (STATIKA)

Gaya Dalam adalah gaya yang melawan gaya luar yang timbul dari kekuatan bahan konstruksi (Kamarwan, 1995).

gaya-dalam

  • Gaya dalam dapat dibedakan menjadi (Kamarwan, 1995):

1.Gaya normal (normal force) adalah gaya yang bekerja sejajar /searahsumbu batang.

2.Gaya lintang/geser (shearing force) adalah gaya yang bekerja tegak lurus sumbu batang.

3.Momen lentur (bending momen)gaya yang menahan lentur  sumbu batang.

  • Persamaan statik tertentu adalah (Kamarwan, 1996):

Σ F= 0 atau Σ Fx = 0Σ Fy = 0 (tidak ada gaya resultan

yang bekerja pada suatu benda)

Σ M = 0  (tidak ada resultan momen yang bekerja pada suatu benda)

  • Diagram Gaya Dalam

Diagram gaya dalam adalah diagram yang menggambarkan besarnya gaya dalam yang terjadi pada suatu konstruksi. Sedang macam-macam diagram gaya dalam itu sendiri adalah sebagai berikut (Kamarwan, 1995):

1.Diagram gaya normal (NFD), diagramyang menggambarkan besarnya gaya normal yang terjadi pada suatu konstruksi.

2.Diagram gaya geser (SFD), diagram yang menggambarkan besarnya gaya geser yang terjadi pada suatu konstruksi.

3.Diagram moment (BMD), diagram yang menggambarkan  besarnya momen lentur yang terjadi pada suatu konstruksi.

 Sumber : ( Karmawan SS : “ Statika Bagian Dari Mekanika Teknik “ UI-Press. Jakarta. 1995)

Sensor Tekanan

Sensor tekanan adalah jenis sensor yang dipergunakan oleh alat ukur tekanan, adapun jenis sensor tekanan ada 3 yaitu :

  1. Bourdon Tubes
  2. Bellows
  3. Semiconductor Pressure Sensors

Adapun penjelasan mengenai sensor tekanan ini dapat download disini :Sensor Tekanan

Konfigurasi Permukaan

Lambang konfigurasi permukaanKONFIGURASI PERMUKAAN DALAM GAMBAR

Untuk mengetahui mutu tiap-tiap bagian dari suatu komponen, kekasaran permukaan dan pengerjaan permukaan merupakan suatu ketentuan mutlak didalam teknik penggambaran sketsa. Pada penunjukkan kekasaran permukaan diperlukan suatu lambang, yang dapat mewakili tingkat kekasaran dari hasil proses suatu benda kerja.

Download bahan lengkapnya disini :Konfigurasi Permukaan

Suaian (Fit)

Suaian.Sistem satuan poros dan sistem satuan lubang

Definisi Suaian : Perbedaan ukuran yang diizinkan untuk suatu pemakain tertentu dari pasangan

Fungsi/Kegunaan Suaian: Standardisasi elemen-elemen yang berpasangan bebas.

Ada 2 batasan umum untuk menentukan suaian:

·        Golongan lubang: diameter lubang, lebar alur, lebar slot, dan lain   sebagainya

·        Golongan poros: poros, pasak, batang silinder dan sejenisnya.

 Ada 3 jenis Suaian :

·        Suaian longgar (Clearance Fit): sebelum maupun sesudah dipasang   pasti ada kelonggaranya

·        Suaian Pas (Transition Fit): kemungkinan terjadi kelonggaran atau   kesesakan kecil   tergantung pada hasil ukuran.

·        Suaian sesak (Interference Fit): sebelum maupun sesudah dipasang pasti ada kesesakannya

Bahan lengkap tentang Suaian dapat download disini :SUAIAN

Proses Pembuatan Baja dengan Tanur Oksigen Basa (Basic Oxygen Furnace)

Proses tanur oksigen basa ( Basix Oxygen Furnace, BOF) menggunakan besi kasar (65 – 85 %) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas dan batu kapur. Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Gagasan ini dicetuskan oleh Bessemer sekitar tahun 1800.

Pembuatan Baja dengan Tanur Oksigen Basa (BOF)

Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan  kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair. Unsur-unsur karbon, mangan dan silicon akan teroksidasi. Batu kapur dan kalsium fluor ditambahkan untuk mengikat kotoran-kotoran seperti fosfor dan belerang dan membentuk terak. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %

Konveyor Aliran Udara (Pneumatic Conveyor)

Konveyor yang digunakan untuk mcngangkut bahan yang ringan atau berbentuk bongkahan kecil adalah konvenyor aliran udara (pneumatic conveyor). Pada jenis konveyor ini bahan dalam bentuk suspensi diangkut oleh aliran udara.

Pada konveyor ini alat dipakai, antara lain:

•Sebuah pompa atau kipas angin/blower untuk menghasilkan aliran udara.
•Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar.
•Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu.

Pada tipe yang sederhana (Gambar 2.11), sebuah pompa cycloida akan menghasilkan kehampaan yang sedang dan sedotannya dihubungkan dengan sistem pengangkulan. Bahan -bahan akan terhisap naik melalui selang yang dapat dipindahpindahkan ujungnya.

Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk suspensi akan menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa.

Jika bahan-bahan ini mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak pompa dan debu ini juga akan membahayakan jika dibuang ke udara, dengan kala lain debu adalah produk yang tidak diinginkan. Karenanya, sebuah kotak penyaring ditempatkan diantara siklon dan pompa.

Jenis konveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan lumat seperti soda abu, dan lain-lain) supaya keadaannya tetap baik dan tidak mengandung zat-zat beracun seperti timbal dan arsen.

Konveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut bahan-bahan yang berbentuk bongkahan kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan bahan lainnya yang sejenis. Kadang-kadang juga digunakan bila jalan yang dilalui bahan berkelok- kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain hal yang pada tipe konveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian lebih tinggi.

Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan pada kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. Sedangkan jumlah udara yang digunakan untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200 cfm, tergantung pada keadaan dan berat bahan,jarak dan kemiringan pengangkutan, dan lain-lain.

Kerugian menggunakan jenis konveyor ini adalah pemakaian energinya lebih besar dibanding jenis konveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang sama. Perhitungan- perhitungan pada konveyor pneumatik sama sekali empiris dan memuat faktor-faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik.(sumber : Zufri Harudy Siregar)

Proses Pembuatan Logam Non Ferro

Kurang lebih  20%  dari logam yang diolah menjadi produk industri merupakan logam bukan – besi. Indonesia merupakan negara penghasil bukan besi meliputi: timah putih, tembaga, nikel alumunium. Ciri logam bukan besi ialah: daya tahan terhadap korosi, daya hantar yang baik dan pengubahan bentuk yang mudah.

SIFAT LOGAM BUKAN BESI

Salah satu sifat logam bukan besi yang menjadi ciri khas adalah berat jenis. Kebayakan logam bukan besi tahan terhadap korosi ( air atau kelembaban ). Magnesium tahan terhadap korosi dalam lingkungan udara biasa akan tetapi dalam air laut ketahan korosinya dibawah baja biasa. Secara umum dapat dikatakan bahwa makin berat suatu logam bukan besi makin baik daya tahan korosinya. Alumunium merupakan pengecualian, pada permukaan terbentuk lapisan oksida yang melindungi alumunium dari korosi selanjutnya. Disamping itu warna asli logam bukan besi ialah kuning, abu-abu perak menambah nilai estetika logam tersebut.

Logam bukan besi umumnya sulit dilas, sedang kemampuan pengecoran, pemesinan dan pembentukan berbeda-beda.

PELEBURAN

Logam bukan besi ( nonferrous )tidak ditemukan sebagai logam murni dialam bebas biasanya terikat sebagai oksida dengan kotoran-kotoran membentuk bijih-bijih, maka perlu dilakukan proses pemurnian sehingga didapat logam bukan besi murni. Silahkan download disini untuk dapatkan bahan lengkap mengenai logam bukan besi :Proses Pembuatan Logam Non ferro