Perbedaan Sasis Bertingkat dan Sasis Single (Mono)


Dalam membuat satu mobil dibutuhkan banyak sekali komponen. Namun paling utama, dan terpenting adalah sasis. Secara pengertian, Sasis merupakan rangka atau komponen utama dalam membentuk sebuah mobil.

Sasis ini yang biasanya dibuat pertama kali pada mobil, setelah itu komponen-komponen lain baru menempel pada sasis. Pada umumnya terbagi mejadi dua jenis, yaitu ladder dan monocoque.

Sasis tipe ladder atau tangga, biasanya digunakan pada mobil MPV. Contohnya Toyota Kijang Innova. Sasis ini modelnya terpisah dengan bodi, dan bentuknya bertingkat mirip dengan anak tangga.

Sasis Kijang Inova, Sumber : willycar.com

Sementara mokokok alias monocoque merupakan bahasa Yunani yang artinya single atau mono. Sasis monokok itu secara desain menyatu dengan bodi mobil dan tidak dapat dipisah karena telah menjadi kesatuan (unibodi).

Sasis Avanza, Sumber :fahmihusaen.blogspot.com

Pemakaiannya biasanya dipakai pada mobil yang diperuntukkan dengan kebutuhan yang ringan, seperti sedan dan MPV kecil. Biasanya, karakter sasis seperti ini, mampu membuat mobil menjadi lebih ringan sehingga power weight to ratio akan lebih besar, dan akhirnya tercipta efisiensi bahan bakar lebih maksimal.

Keunggulan lain, yakni mobil menjadi lebih rigid, sehingga untuk stabilitas dan handling relatif lebih baik. Namun, tidak semua bersifat positif, karena terdapat juga kekurangannya. Terutama apabila terjadi kerusakan, biaya yang dikeluarkan lebih mahal dan sulit diperbaiki. Apakah benar selalu seperti itu?

General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi menjelaskan, tidak melulu seperti itu. Sebab, sebenarnya bisa diperbaiki atau sama saja yang menggunakan sasis.

“Hanya bedanya, yang pakai sasis bisa diganti atau diperbaiki terpisah antara sasis dan bodinya. Misalnya tabrakannya sampai buat bodi menekuk, bodinya juga tetap bisa diganti,” ujar Dadi kepada Otomania belum lama ini.

Namun, lanjut Dadi jika diperbaiki tidak ada salahnya mengikuti saran dan metode yang direkomendasikan pabrikan. Misalnya Toyota, ada standardisasi dimensi dan pengukuran, untuk memastikan perbaikan.

“Jadi bisa dikembalikan ke kondisi standar sesuai dengan anjuran dari pabrikan,” kata Dadi.

Sebagai informasi, model Toyota di Indonesia cukup banyak yang menggunakan monokok. Menurut Dadi, semua sedan, dan hatchback seperti Yaris, Etios, dan Agya.

Penulis: Aditya Maulana
Editor: Azwar Ferdian

Copyright Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s