Terminologi dan Metodologi Pengukuran


Terminologi dan Metodologi Pengukuran yang standarkan meliputi sbb:

  •  Metode pengukuran fundamental

Pengukuran berdasarkan besaran-besaran dasar (panjang, massa, waktu dsb) yang dipakai untuk mendifinisikan besaran yang diukur. Misal pengukuran gravitasi dengan cara bola jatuh, diukur massa benda yang jatuh, jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Disini nilai percepatan gravitasi langsung ditentukan dengan mengukur besaran dasar massa, panjang dan waktu.

  •  Metode pengukuran langsung

Metode pengukuran  dimana nilai besaran langsung terbaca pada alat ukur tanpa memerlukan pengukuran besaran-besaran lain yang mempunyai hubungan fungsional dengan besaran yang diukur. Contoh:

– pengukuran panjang dengan memakai mistar.

– pengukuran massa dengan neraca sama lengan

  •  Metode pengukuran tidak langsung

Pengukuran yang diukur ditentukan dengan jalan mengukur besaran lain yang mempunyai hubungan funsional dengan besaran yang diukur, Contoh:

– pengukuran tekanan dengan mengukur tingginya kolom cairan didalam suatu   tabung

– pengukuran suhu dengan mengukur tahanan listrik kawat platina ( temometer tahanan platina).

  •  Metode perbandingan

Membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis  yang telah diketahui nilainya. Contoh:

-. mengukur tegangan dengan pontensio meter. Disini tegangan yang akan diukur dibandingkan dengan tegangan sel standar

-. mengukur tahanan listrik dengan jembatan Wheatstone.

  •  Metode subtitusi

Metode pengukuran dimana besaran yang diukur diganti oleh besaran yang sejenis yang nilainya telah diketahui dan dipilih sedemikian rupa sehingga menimbulkan efek yang sama terhadap penunjukkan alat ukur.

  •   Metode deferensial

Metode dimana besaran  yang diukur dibandingkan dengan besaran yang sejenis yang telah diketahui yang nilainya hanya berbeda sedikit dengan yang diukur adalah perbedaan itu. Contoh:

–  Pengukuran panjang dengan menggunakan komparator

– Pengukuran distribusi suhu didalam ruangan yang suhunya hampir seragam    dengan memakai termokopel differinsial.

  •  Metode nol

Metode pengukuran dimana nilai besaran yang diukur ditentukan dengan menyetimbangkan, mengatur satu atau lebih besaran yang telah diketahui yang dengan besaran ini mempunyai hubungan tertentu dan dalam keadaan setimbang diketahui bentuknya. Contoh:

– pengukuran impendansi dengan memakai rangkaian jembatan impendansi

– pengukuran tegangan dengan memakai potensiometer.

One thought on “Terminologi dan Metodologi Pengukuran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s