Manajemen Perawatan Industri ( 2 )


Instruksi-Instruksi Umum Manajemen Perawatan Industri

1. Pentingnya Pekerjaan Perawatan  pabrik

(1). Produksi yang tinggi dari beroperasi pabrik secara kontinu dan pada kapasitas penuh akan menghasilkan keuntungan tidak saja untuk pabrik tetapi juga keuntungan bagi pabrik-pabrik lainnya yang berada dalam satu komplex tersebut. Misalnya pabrik-pabrik kimia yang bersekala besar yang merupakan beberapa pabrik dalam satu komplex yang modern, kerusakan atau operasi yang tidak maximum pada suatu pabrik dalam komplex-tersebut akan menyebabkan kehilangan produksi yang besar secara total dari komplex itu, yaitu bila produksi menurun maka bahan baku akan bcrlebih dan rusak. Dari masalah ini, maka orang yang terlibat pada operasi pabrik harus berusaha dengan segala upaya agar menjaga dan merawat kesinambungan dari beroperasi nya pabrik.

(2). Untuk mendapatkan operasi pabrik yang paling ekonomis maka faktor-faktor berikut ini penting :

(a).Memastikan kapasitas operasi pabrik sesuai dengan perencanaannya dan juga perawatan nya.

(b). Menjaga kesinambungan operasi dan perawatan.

(c). Mengefisienkan operasi dan perawatan.

Pabrik pengolahan petro kimia, kimia, atau pabrik pupuk berskala besar dimana pada produksi harian sangat dipengaruhi oleh keadaan bahan baku dan produktifitas dari pabrik-pabrik hilirnya seperti pabrik ethylene, pabrik mesin, pabrik pupuk, pabrik penyediaan air minum dan banyak lagi pabrik-pabrik kimia lain ora. Bila kondisi operasi tidak normal terjadi dalam pabrik tersebut. maka keseimbangan dari seluruh pabrik-pabrik yang ada dalam komplex tersebut akan terganggu dan pendataan harus diambil kembali untuk memperbaiki keseimbangan produksi dan juga penyediaan bahan baku.

Maka sedikit-dikitnya 330 hari operasi adalah yang sesuai untuk pabrik-pabrik normal dan perencanaan pembongkaran tahunan diperlukan sedikit- dikitnya setahun sekali, sekalian kiln dapat memastikan efisiensi pabrik dan memeriksa peralatan, dan juga mesin-mesin.

(3). Pelatihan yang berkesinambungan pada bahagian pemeliharaan pabrik adalah hal penting untuk mendapatkan pengalaman dan mengumpulkan informasi untuk merencanakan pemeliharaan pabrik yang lebih sistimatis.

Secara umum pekerjaan pemeliharaan dikatagorikan dalam dua cara sebagai berikut :

(a). Pemeliharaan setelah terjadi kerusakan (breakdown).

Pemeliharaan breakdown ini meliputi perbaikan atau modifikasi dari equipmen dan ini dilakukan setelah terjadi kerusakan saat operasi.

(b). Pemeliharaan rutin (preventive).

Pemeliharaan preventive ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat equipmen sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya mesin-mesin tersebut.

Disini terlihat bahwa metode pemeliharaan yang kedua adalah lebih ekonomis dari pada metode yang pertama, karena pada metode yang pertama kemungkinan kerusakan mesin sangat besar sekali dan tidak dapat diramalkan. Jadi sangatlah dianjurkan untuk memeriksa setiap equipmen tanpa harus mempersoalkan apa pemeliharaannya preventive atau breakdown ini bergantung pada keperluan produksi.

Jadi catatan pemeliharaan yang rinci dan laporan-laporan dari masing-masing equipmen harus diperiksa secara hati-hati hingga kita mempunyai waktu yang sesuai untuk memperbaiki atau menggantinya. Untuk tujuan ini, kondisi operasi dari masing-masing mesin dan equipmen harus difahami sepanjang waktu dengan melakukan pemeriksaan rutin, dan menjaga operasi pabrik berjalan secara kontinue.

2.  Untuk mendapatkan produktifitas tahunan yang tinggi, maka kelangsungan operasi sepanjang tahun harus dijaga. Maka seluruh jajaran manajemen harus meningkatkan teknik-teknik pengawasan pabrik dan memberikan pelatihan pada para pekerja sehubungan dengan teknik-teknik perawatan dan operasi.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan operasi dan pemeliharan yang baik pada suatu pabrik adalah sebagai berikut:

(a). Organisasi dan sistimatisasi dari pemeliharaan pabrik dan operasinya.

(b). Pengawasan operasi pabrik

(c). Pengawasan pemeliharaan pabrik

(d). Pengawasan keselamatan kerja

(e). Pengawasan pergudangan (suku cadang, bahan, bahan kimia, pelumas)

(f). Pengawasan pembelian

(g). Pengawasan biaya (produksi, pemeliharaan)

(h). Pengawasan personal (pekerja).

3. Menjaga kapasitas produksi pabrik tetap konstan.

Orang-orang yang terlibat dalam bahagian perawatan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kapasitas pabrik tetap (tidak naik turun), maka bahagian pemeliharaan harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

(a). Mencatat dan menganalisa data-data sejarah pemeliharaan

(b). Membuat laporan harian, mingguan, dan bulanan

(c). Menganalisa keadaan tidak normal dari equipmen atau unit-unit yang ada.

(d). Rapat harian dengan bahagian produksi

(e). Kerjasama dengan bahagian produksi

(f). Memeriksa dan melaporkan pemakaian dan bahan-bahan pemeliharaan (suku cadang, bahan, dan pelumas).

(g). Menganalisa pemakaian bahan tersebut

(h). Merencanakan program pemeliharaan dan skedul.

(i). Mencatat semua kegiatan inspeksi, perbaikan, dan pekerjaan memodel kembali

j). Memodifikasi buku-buku petunjuk inspeksi, pemeliharaan dan perbaikan

(k). Memeriksa effisiensi equipmen dan unit-unit.

3 thoughts on “Manajemen Perawatan Industri ( 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s