Pembangkit Surya Tipe Parabolic, Dish/Engine & Menara Pembangkit


Sebagian besar pembangkit listrik yang ada saat ini menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber panas untuk mendidihkan air. Uap air yang dihasilkan kemudian memutar turbin, yang pada akhirnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Tetapi kini mulai banyak pembangkit listrik yang menggunakan sistem konsentrator surya, menggunakan matahari sebagai sumber panas. Ada tiga tipe utama sistem konsentrator surya, yaitu : parabolic, dish/engine, menara pembangkit.

Sistem Parabolik

Sistem parabolik memusatkan energi sinar matahari dengan menggunakan cermin panjang berbentuk U. cermin-cermin tersebut diatur mengarah sinar matahari dan memusatkan sinar matahari ke sebuah pipa berisi minyak yang memanjang di tengah-tengah titik pusat parabolik tersebut. Minyak panas tersebut digunakan untuk mendidihkan air di generator uap konvensional dan menghasilkan listrik.


Sistem dish/engine

Sistem dish/engine menggunakan piringan cermin untuk mengumpulkan sinar matahari pada sebuah penerima yang berfungsi untuk menerima sinar matahari dan memindahkan panasnya ke cairan yang berada di dalam mesin. Panas yang terjadi mengakibatkan cairan di dalam mengembang dan menekan piston atau turbin dan menghasilkan energi mekanis. Energi mekanis tersebut kemudian digunakan untuk memutar generator ataupun alternator untuk menghasilkan listrik.

Sistem Menara Pembangkit

Sementara itu, menara pembangkit menggunakan cermin dalam jumlah yang besar dan ditempatkan di suatu lokasi yang luas untuk mengumpulkan sinar mataharidan memusatkannya ke bagian atas sebuah menara dimana sebuah penerima ditempatkan. Panas yang dihasilkan mencairkan garam yang kemudian mengalir untuk memanaskan air. Uap yang dihasilkan dari air panas digunakan untuk memutar generator uap konvensional. Garam cair bisa menyimpan panas dalam waktu yang lama. Artinya listrik bisa dihasilkan pada saat matahari telah terbenam atau pada saat langit sangat berawan. (planethijau)

4 thoughts on “Pembangkit Surya Tipe Parabolic, Dish/Engine & Menara Pembangkit

  1. mas..kalo yg ngebahas tentang pembuatan roda gigi dengan metoda metalurgi serbuk ada ga mas?

    atau yg berkaitan dengan rumus2 yang terjadi pada dies sewaktu menerina gaya pada waktu kompaksi.

    trims.

  2. Pembuatan roda gigi dengan metalurgi serbuk sudah ada di bahan metalurgi serbuk, yang penting diesnya saja dan biasanya ukuran roda giginya kecil ex untuk jam, untuk menentukan besarnya gaya juga sudah ada dibahan metalurgi serbuknya silahkan download..thanks

  3. trima kasih mas

    oiya mas ada satu lagi pertanyaan
    kalau referensi dari metalurgi serbuk1 yg mas tulis itu referensinya dari buku apa dan penerbit nya dimana?

    trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s