Greenpeace, Raksasa Elektronik Dinilai Gagal


Greenpeace, yang baru saja merilis Guide to Greener Electronics, kecewa dengan banyaknya vendor elektronik yang kurang memperhatikan unsur ramah lingkungan di produk buatan serta proses produksi mereka. Beberapa perusahaan besar bahkan dinilai gagal go green.

Dalam evaluasi yang dilakukan tiap 6 bulan tersebut, Samsung, Toshiba dan Dell terkena point penalti karena gagal memenuhi jadwal yang telah mereka janjikan untuk menghilangkan beberapa kadar bahan beracun dalam produk-produk mereka.

Dalam hasil riset yang dikeluarkan dalam konferensi pers di Jepang kemarin itu, peringkat Toshiba terjun dari yang sebelumnya menempati peringkat 3 menjadi peringkat 14. Sementara Samsung yang sebelumnya menempati peringkat 7 turut melorot menjadi peringkat 13.

Mereka mendapat pengurangan poin akibat tidak memenuhi komitmen yang telah mereka buat untuk tidak lagi menggunakan bahan berbahaya seperti polyvinyl chloride (PVC) dan brominated flame retardants (BFRs).

“Per 6 bulan kita update. Ini untuk mengukur komitmen mereka,” ujar juru kampanye media Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat Soeriatanuwijaya, saat dihubungi detikINET.

Dijelaskan oleh Hikmat, Greenpeace Guide to Greener Electronics merupakan alat kampanye yang tujuan utamanya adalah mendorong industri elektronik mengeluarkan produk yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat.

Semua perusahaan elektronik di dunia dinilai oleh pecinta lingkungan internasional ini. Beberapa kriteria pun ditetapkan untuk mengatur pemeringkatan.

“Semua perusahaan elektronik kita nilai. Ada beberapa kriteria baik produk ataupun kebijakan produksi mereka,” katanya.

Kriteria pertama, sambungnya, adalah produk yang mereka hasilkan sudah bebas dari bahan berbahaya atau tidak. Kriteria berikutnya adalah apakah produknya ramah terhadap proses daur ulang atau tidak.

Sedangkan untuk kriteria kebijakan produksi, Green Peace menilai dari apakah perusahaan tersebut menyediakan fasilitas atau layanan yang bagus untuk daur ulang atau tidak. Serta bagaimana kebijakan terhadap pemakaian energi.

“Kriteria tersebut yang menjadi ukuran kita untuk melakukan pemeringkatan. Ada 18 pemeringkatan. Dan khusus tahun ini sebagai konsumen kita menginginkan produk yang tidak membahayakan,” tegasnya.

Pada panduan terbaru ini, perusahaan yang peringkatnya naik secara signifikan adalah Panasonic, dari posisi ke-10 menjadi posisi ke-6, dan Sharp yang naik ke posisi 9 dari sebelumnya posisi ke-13.

Sementara LG Electronics yang jatuh dari posisi 6 ke posisi 12, kehilangan poin akibat kebijakan efisiensi energinya yang dianggap lemah.

“Kinerja buruk perusahaan ini bertolak belakang dengan kompetitor mereka seperti Apple dan HP yang telah melangkah maju dengan menyediakan konsumen pilihan produk-produk yang lebih ramah lingkungan,” tukasnya.

Berikut adalah daftar peringkat Greenpeace:

1. Nokia

2. Sony Ericsson

3. Philips

4. Motorola

5. Apple

6. Panasonic dan Sony

7. – (tidak ada)

8. HP

9. Sharp

10. Dell

11. Acer

12. LG Electronics

13. Samsung

14. Toshiba

15. Fujitsu

16. Microsoft

17. Lenovo

18. Nintendo

(detik.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s